a Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar Kongruen Mari kita ingat kembali syarat dua bangun datar yang kongruen. Dua bangun datar dikatakan kongruen jika dan hanya jika memenuhi: - sudut yang bersesuain (seletak) sama besar - sisi yang bersesuain (seletak)sama panjang Jika kita mempunyai dua bangun datar yang kongruen seperti di bawah ini,
ditempatkanseperti pada gambar di bawah. Tentukan luas daerah yang diarsir. 5. Bangunan di bawah ini mempunyai empat sisi yang kongruen dan luasnya adalah 132 cm2. Carilah kelilingnya. 1a 3 a 242 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 6. Perhatikan gambar trapesium N 17cm y M berikut. 14cm a. Tentukan nilai x. x b. Tentukan nilai y. K 23cm 70º L c
Pasangansisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama, yaitu: Sifat dua segitiga kongruen : a. Pasangan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. b. Sudut yang bersesuaian sama besar. Gambar di bawah ini menunjukkan pola yang disusun dari batang korek api. Banyaknya batang korek api pada pola ke-8 adalah .
Jikakita mempunyai dua bangun datar yang kongruen seperti di bawah ini, maka sisi-sisi yang berada di depan sudut yang sama besar mempunyai panjang sama. Perbandingan sisi-sisi segitiga pertama sama dengan perbandingan sisi-sisi segitiga yang kedua. Pembuatan miniatur suatu bangunan, penggambaran peta suatu daerah semuanya menggunakan
Duabuah segitiga dikatakan kongruen jika dua pasang sisi yang bersesuaian sama. Dua buah segitiga dikatakan kongruen jika dua pasang. School SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo; Course Title MATH 556; Uploaded By fitrarevi. Pages 4 This preview shows page 1 - 3 out of 4 pages.
ZKOPyrM. Web server is down Error code 521 2023-06-13 161913 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6ba76bfe250e34 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Pelajaran MatematikaKelas 9Katagori bangun ruangKata kunci luas permukaan Pertanyaan baru di Matematika Diketahui suku kelima dan suku ke enam belas suatu barisan aritmatika adalah 19 dan 52. Tentukan suku ke 25 barisan tersebut... sebuah kubus memiliki panjang rusuk 9 cm luas permukaan kubus tersebut adalah jangkauan dari data 25,30,18,16,45,20,15,40 adalah 11. Perbandingan pupuk Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang biasa digunakan Deri di kebun miliknya adalah 532. Jika 1 hektare tanah memerlukan pupuk Ka … lium sebanyak 100 kg, banyaknya pupuk nitrogen yang diperlukan untuk 1 hektare tanah di kebun Deri adalah... berapakah suku bunga yang diberikan jika jumlah pokok pinjaman yang diberikan adalah juta dengan jumlah bunga yang didapat sebesar … .000 juta?
PembahasanDuabangunyang sama persis emang disebut sebagaikongruen. Dua buahbangundatar dapat dikatakankongruenjika memenuhi dua syarat, yaitu Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dansisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Dua buah lantai keramik, dua buah atap bangunan,Bingkai presiden dan wakil presiden masing-masing merupakan dua buah bangun yang kongruen. Jadi, jawaban yang tepat adalah bangun yang sama persis emang disebut sebagai kongruen. Dua buah bangun datar dapat dikatakan kongruen jika memenuhi dua syarat, yaitu Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Dua buah lantai keramik, dua buah atap bangunan, Bingkai presiden dan wakil presiden masing-masing merupakan dua buah bangun yang kongruen. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.
Bagikan ke media sosialKongruen dan kesebangunan merupakan salah satu ilmu geometri, yang di dalamnya juga termasuk kesebangunan dan kongruen bangun datar trapesium dan segitiga. Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai kongruen dan kesebangunan dalam itu kongruen dan kesebangunan?Kesebangunan merupakan kondisi ketika dua bangun datar memiliki sudut-sudut yang sama besarnya. Selain sudut, panjang sisi sudutnya juga bersesuai dengan perbandingan yang sama. Itu artinya, kesebangunan adalah kondisi ketika dua buah bangun memiliki sudut dan panjang sisi yang penulisannya, kesebangunan umumnya dilambangkan dengan simbol notasi ≈. Perhatikan contoh gambar di bawah ini untuk lebih Bangun Datar yang SebangunKongruen dan kesebangunanKedua bangun tersebut adalah dua bangun yang sebangun dengan beberapa sifat yang sama seperti yang dijelaskan di bawah ini1. Pasangan Sisi-sisinya yang Bersesuaian Mempunyai Perbandingan Nilai yang SamaBerikut penjelasannyaAD dan EH, memiliki perbandingan AD EH = 8 4AB dan EF, memiliki perbandingan AB EF = 12 6BC dan FG, memiliki perbandingan BC FG = 8 4CD dan GH, memiliki perbandingan CD GH = 12 6Sehingga dapat disimpulkan bahwa AD/EH = AB/EF = BC/FG= CD/GH menurut uraian di Sudut-sudut yang Bersesuaian Sama Besar∠A = ∠E; ∠B = ∠F; ∠C = ∠G; ∠D = ∠HJika berbicara bangun datar, selain perbandingan yang memiliki panjang sama, supaya dapat dikatakan sebangun, dua bangun datar tersebut harus memenuhi dua syarat berikutSudut-sudut yang bersesuaian sama besarSisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan yang samaPermudah caramu mencari jawaban dengan membuka artikel rumus bangun datar lengkap dengan aplikasi kalkulator yang KekongruenanKongruen adalah ketika dua buah bangun datar memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Kekongruenan dalam matematika dilambangkan dengan pemakaian simbol notasi ≅. Perhatikan contoh gambar di bawah ini untuk lebih Bangun Datar yang KongruenGambar bangun segi banyak di atas merupakan bangun di atas adalah bangun yang kongruen karena panjang KL = PQ, panjang LM = QR, panjang MN = RS, dan panjang NK = SP. Oleh sebab itu, bangun KLMN kongruen dengan bangun PQRS karena memiliki bentuk dan ukuran yang Segitiga yang KongruenSecara geometris, dua segitiga dikatakan kongruen ketika dua buah bangun segitiga dapat saling menutupi dengan tepat. Sifat kedua bangun segitiga kongruen tersebut antara lainSudut yang bersesuaian sama sisi yang bersesuaian sama segitiga bisa disebut sebagai kongruen manakala bisa memenuhi syarat berikut1. Tiga Sisi yang Bersesuaian Sama Besar Sisi, Sisi, SisiMenurut gambar segitiga ABC serta segitiga PQR, diketahui keduanya memiliki panjang AB = PQ, panjang AC = PR, dan panjang BC = Sudut dan Dua Sisi yang Bersesuaian Sama Besar Sisi, Sudut, SisiBerdasar dari gambar bangun segitiga ABC dan segitiga PQR, dimengerti bahwa kedua bangun memiliki sisi AB = PQ, ∠B = ∠Q, dan sisi BC = Satu Sisi Apit dan Dua Sudut yang Bersesuaian Sama Besar Sudut, Sisi, SudutDilihat dari gambar bangun segitiga ABC dan segitiga PQR, dimengerti jika, ∠A = ∠P, sisi AC = PR, dan ∠Q = ∠ bangun yang sama persis disebut sebagai kongruen. Dalam konteks bangun datar, dua buah bangun datar bisa disebut kongruen apabila memenuhi dua syarat, berikutSudut-sudut yang bersesuaian sama besarSisi-sisi yang bersesuaian sama panjangTertarik belajar lebih jauh tentang segitiga? Buka artikel rumus keliling dan luas segitiga lengkap dengan aplikasi kalkulator yang akan sangat Kesebangunan dan KekongruenanApa perbedaan antara kesebangunan dan kekongruenan? Hal dasar yang membedakan kongruen dan sebangun adalahBangun dikatakan kongruen jika sisi-sisi yang bersesuaian sama dikatakan sebangun apabila perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama dapat disimpulkan bahwa, seluruh bangun yang kongruen sudah pasti sebangun juga. Namun, dua bangun yang sebangun belum tentu Soal dan PembahasanBerikut akan kami berikan contoh soal sekaligus pembahasan mengenai kongruen dan kesebangunan. Perhatikan baik-baik 1Tinggi badan Dirga adalah 150 cm. Dirga berdiri pada jarak 10 meter dari sebuah tembok di dekatnya. Ujung bayangan Dirga berimpitan dengan ujung bayangan gedung. Apabila bayangan Dirga sepanjang 4 meter, berapakah tinggi gedung di dekat Dirga?JawabLihat gambar ilustrasi di atas. Tergambar jelas bahwa Dirga, tembok, dan bayangan membentuk sebuah bangun segitiga ABE dan segitiga ACD. Mengambil prinsip kesebangunan, EB/DC = AB/AC sehingga1,5 / DC = 4 / 14DC = 1,5 x 14 / 4DC = 5,25Jadi tinggi tembok di dekat dirga adalah 5,25 2Perhatikan gambar bangun datar berikut iniDilihat dari gambar bangun persegi panjang ABCD dan PQRS, kedua bangun datar tersebut sebangun. Sehingga hitunglaha. Berapa panjang sisi PS pada persegi panjang PQRS?b. Berapa luas dan keliling persegi panjang PQRS?Jawaba. Perbandingan sisi AB dan AD bersesuaian dengan sisi PQ dan PS, sehingga berlakuPQ / PS = AB / AD4 / PS = 20 / 8PS = 4 x 8 / 20PS = 32 / 20PS = 1,6Maka ditemukan panjang sisi PQ yaitu 1,6 Mencari luas serta keliling persegi panjang PQRSSeperti yang sudah dijelaskan pada artikel rumus luas persegi panjang, kamu bisa mendapatkan nilai luas persegi panjang tersebut dengan cara sebagai = PQ x PSL = 4 x 1,6 x 1 cm²L = 6,4 cm²Sedangkan untuk keliling persegi panjang, kamu bisa menggunakan cara = 2 x PQ + PSK = 2 x 4 + 1,6 x 1 cmK = 11,2 cmSoal 3. Soal UN Matematika SMP 2016“Lebar Sungai”Fani ingin mengetahui lebar sebuah sungai. Dari tempatnya berdiri, Fani melihat sebuah pohon di seberang sungai. Untuk mengetahui lebar sungai tersebut, Fani menancapkan beberapa tongkat agar memudahkan penghitungan. Tongkat tersebut berada di titik A, B, C, dan D seperti pada gambar ingin mengukur lebar sungai dari tongkat di titik D sampai pohon. Berapa lebar sungai tersebut?A. 16 meterB. 15 meterC. 12 meterD. 11 meterPembahasanUntuk menjawab pertanyaan tersebut, mari sejenak lihat gambar berikut sungai tersebut dapat dihitung dengan memanfaatkan prinsip kesebangunan sungai = DPDP / AP = DC / ABDP / 4 + DP = 6 / 88DP = 6 x 4 + DP8DP = 24 + 6DP8DP – 6DP = 242DP = 24DP = 24 / 2DP = 12Jadi, lebar sungai yang ada di hadapan Fani adalah 12 CSoal 4. Soal UN Matematika SMP/MTS Tahun 2010Perhatikan gambar berikut ini!P dan Q merupakan titik tengah diagonal BD dan AC. Panjang garis PQ adalah ….A. 2 cmB. 3 cmC. 4 cmD. 5 cmJawabRumus cepat untuk memperoleh panjang garis PQ adalah dengan caraPQ = 1/2 DC – ABPQ = 1/212 – 6PQ = 1/2 x 6PQ = 3Jadi, garis PQ memiliki panjang 3 5Pasangan bangun datar berikut yang pasti sebangun adalah ….a. Dua segitiga sama kakib. Dua jajaran genjangc. Dua belah ketupatd. Dua segitiga sama sisiUntuk menjawab pertanyaan tersebut mari ingat kembali syarat dua bangun datar disebut panjang sisi yang bersesuaian samaSudut yang bersesuaian sama besarPada segitiga sama sisi, ketiga sudutnya sama besar yaitu 60 derajat, sehingga jika ditemukan dua segitiga sama sisi maka sudut yang bersesuaian pasti sama itu, sisi-sisi pada segitiga sama sisi panjangnya selalu sama. Sehingga, bila diberikan dua segitiga sama sisi maka pasti perbandingan panjang sisi yang bersesuaian apabila terdapat dua segitiga sama sisi pasti bangun datar tersebut sebangun. Sehingga, jawaban yang benar adalah yang dapat kami sampaikan terkait kongruen dan kesebangunan. Semoga ulasan ini dapat kamu jadikan sebagai bahan belajar kalian sampai ketinggalan berita terbaru! Tambahkan kami di Google News dan selalu dapatkan artikel terupdate langsung di ke media sosialKonten TerpopulerKongruen dan Kesebangunan Materi, Pengertian, ContohStruktur Sosial dalam Masyarakat [Sosiologi SMA]Candi Borobudur Candi Buddha Terbesar di DuniaTabel Periodik Sejarah, Fungsi, Sifat, dan Gambar11 Tembang Macapat dalam Bahasa JawaAncaman Pengertian, Jenis, Cara MengatasiPengertian Vendor dan Perannya dalam BisnisRumus Keliling Jajar Genjang dengan Contoh SoalZona Waktu Indonesia Pembagian yang Berlaku SekarangPengertian Majas Definisi, Jenis, Makna
Sifat Dua Segitiga yang Kongruen Untuk mengetahui bagaimana sifat dua segitiga yang kongruen, silahkan perhatikan gambar di bawah ini. Pada gambar di atas terdapat dua buah segitiga sama sisi yang kongruen yaitu ABC dan PQR. Apabila ABC digeser ke kanan dan tepat menutupi PQR, maka titik A akan berimpit dengan titik P, titik B akan berimpit dengan titik Q dan titik C berimpit dengan titik R. Selain itu panjang ruas AB akan berimpit dengan ruas PQ, ruas AC akan berimpit dengan PR, dan ruas BC akan berimpit dengan QR. Dari kejadian tersebut maka akibatnya AB = PQ AC = PR BC = QR Berdasarkan hal tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dua segitiga yang kongruen akan memiliki sifat yakni sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Dari pergeseran ABC ke PQR juga akan diperoleh bahwa ∠BAC akan tepat berimpit dengan ∠QPR,∠ABC akan tepat berimpit dengan ∠PQR, dan ∠ACB akan tepat berimpit dengan ∠PRQ, sehingga akan terjadi ∠BAC = ∠QPR ∠ABC = ∠PQR ∠ACB = ∠PRQ Berdasarkan uraian tersebut maka dua segitiga yang kongruen memiliki sifat yakni sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang sifat dua segitiga yang kongruen, silahkan perhatikan contoh soal di bawah ini. Contoh Soal 1 Perhatikan gambar di bawah ini. Segitiga POQ siku-siku di O. Jika PQ diputar setengah putaran dengan pusat O titik O di luar PQ sehingga bayangannya P’Q’. Selidiki apakah POQ kongruen dengan P’OQ’ ? Jika panjang OP = 6 cm dan OQ = 8 cm tentukan panjang P’Q’ ? Penyelesaian Jika PQ diputar setengah putaran terhadap pusat O, maka akan diperoleh PQ = P’Q’, PO = P’O, dan QO = Q’O. Hal ini menandakan bahwa sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Selain itu ∠QPO = ∠Q’P’O,∠PQO = ∠P’Q’O, dan ∠POQ = ∠P’O’Q yang menandakan bahwa sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Maka POQ kongruen dengan P’OQ’. Untuk mencari panjang P’Q’ kita harus mencari panjang PQ dengan menggunakan teorema Pythagoras yakni PQ = √OP2 + OQ2 PQ = √62 + 82 PQ = √36 + 64 PQ = √100 PQ = 10 cm P’Q’ = PQ = 10 cm Jadi panjang P’Q’ adalah 10 cm. Contoh Soal 2 Perhatikan gambar di bawah ini. Jika ABC kongruen dengan PQR. Tentukan a besar ∠AC b besar ∠PQR c panjang sisi QR. Penyelesaian a Jika ABC kongruen dengan PQR maka ∠ACB = ∠PRQ = 62° b Untuk mencari besar ∠PQR harus mencari besar∠ABC terlebih dahulu, maka ∠ABC = 180° – ∠BAC + ∠ACB ∠ABC = 180° – 54° + 62° ∠ABC = 64° jadi ∠PQR = ∠ABC ∠PQR = 64° c Jika ABC kongruen dengan PQR maka QR = BC = 18 cm. Rumus Keliling dan Luas Bangun Datar Sebelum Anda mengetahui rumus keliling dan luas bangun datar, terlebih dahulu Anda harus paham dengan pengertian bangun datar. Apa pengertian bangun datar secara matematika? Bangun datar atau sering disebut sebagai bangun dua dimensi merupakan bangun datar yang hanya memiliki panjang dan lebar, yang dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Ada beberapa jenis bangun datar yang kita kenal yakni persegi panjang, persegi, segitiga, jajargenjang, trapseium, belah ketupat, layang-layang dan lingkaran. Untuk gambarnya silahkan lihat gambar di bawah ini. Persegi Panjang Pengertian persegi panjang adalah bangun datar segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan memiliki empat sudut siku-siku Rumus untuk mencari keliling dan luas persegi panjang yakni K = 2p + l L = Persegi atau Bujur Sangkar Pengertian persegi atau bujur sangkar adalah bangun segi empat yang memiliki empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku Rumus untuk mencari keliling dan luas persegi atau bujur sangkar yakni K = 4s L = s2 Segitiga Pengertian segitiga adalah bangun datar yang dibatasi oleh tiga buah sisi dan mempunyai tiga buah titik sudut silahkan baca pengertian dan jenis-jenis segitiga Rumus untuk mencari keliling dan luas segitiga yakni K = a + b + c. L = ½ x alas x tinggi atau L = ½ x a x t Jajargenjang Pengertian jajargenjang adalah bangun segi empat yang dibentuk dari sebuah segitiga dan bayangannya yang diputar setengah putaran 180° pada titik tengah salah satu sisinya silahkan Rumus untuk mencari keliling dan luas jajar genjang yakni K = 2sisi alas + sisi miring atau K = 2a + b L = alas x tinggi atau L = a x t Trapseium Pengertian trapesium adalah bangun segi empat yang mempunyai tepat sepasang sisi yang berhadapan sejajar Rumus untuk mencari keliling dan luas trapesium yakni K = jumlah seluruh sisi trapesium atau K = a + b + c + d L = ½ x jumlah sisi sejajar x tinggi atau L = ½ x a + c x t Belah Ketupat Pengertian belah ketupat adalah bangun segi empat yang dibentuk dari gabungan segitiga sama kaki dan bayangannya setelah dicerminkan terhadap alasnya Rumus mencari keliling dan luas belah ketupat yakni K = 4s L = ½ x d1 x d2 Layang-layang Pengertian layang-layang adalah segi empat yang dibentuk dari gabungan dua buah segitiga sama kaki yang alasnya sama panjang dan berimpit Rumus untuk mencari keliling dan luas layang-layang yakni K = jumlah semua sisinya atau K = 2x + y L = ½ x d1 x d2 Lingkaran Lingkaran adalah kurva tertutup sederhana yang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu Rumus untuk mencari keliling dan luas lingkaran yakni K = 2πr atau K = πd L = πr2 Kesimpulan** Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan tentang keliling dan luas bangun datar yakni rumus keliling dan luas untuk persegi panjang K = 2p+l dan L = persegi K = 4s dan L = s2 segitiga K = a + b + c, dan L = ax t jajar genjang K = 2a + b dan L = ax t trapesium K = a + b + c + d, dan L = ½ x a + c x t belah ketupat K = 4s dan L = ½ x d1 x d2 layang-layang K = 2x + y dan L = ½ x d1 x d2 lingkaran K = 2πr dan L = πr2 Panjang Garis dan Besar Sudut dari Bangun Geometri Jika dibuat garis dari titik sudut B ke hipotenusa AC sedemikian rupa sehingga∠ABT = 30°, maka besar ∠ATB dapat ditentukan dengan menggunakan konsep jumlah sudut-sudut dalam segitiga yakni ∠ATB = 180 – ∠ABT + ∠BAT ∠ATB = 180° – 30° + 30° ∠ATB = 120° Kita ketahui bahwa ∠ATB dan ∠BTC merupakan sudut saling pelurus maka ∠BTC = 180° – ∠ATB ∠BTC = 180° – 120° ∠BTC = 60° Kita juga ketahui bahwa ∠ABT dan dan CBT merupakansudut penyiku, maka ∠CBT = 90° – ∠ABT ∠CBT = 90° – 30° ∠CBT = 60° Untuk mencari besar BCT dapat digunakan konsep jumlah sudut-sudut dalam segitiga, yakni ∠BCT = 180° – ∠BTC + ∠CBT ∠BCT = 180° – 60° + 60° ∠BCT = 60° Jika digambarkan akan tampak seperti gambar di bawah ini. Dari gambar di atas tampak bahwa ∠BAT = ∠ABT = 30° sehingga ABT sama kaki, dalam hal ini AT = BT. Selain itu, ∠CBT = ∠BCT = ∠BTC = 60° sehinggaBTC sama sisi, dalam hal ini BT = BC = CT. Dengan demikian, AT = BT = BC = CT. Perhatikan bahwa AT = CT sehingga BT merupakan garis beratABC. Oleh karena AC = AT + CT maka AC = BC + BC = 2BC atau AC = BT + BT = 2BT. Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk segitiga siku-siku yang bersudut 30° akan memiliki dua sifat yakni sifat pertama, bahwa panjang garis berat segitiga siku-siku bersudut 30° yang ditarik dari titik sudut siku-siku sama dengan panjang setengah kedua, panjang sisi terpendek dari segitiga siku-siku bersudut 30° sama dengan panjang setengah hipotenusanya. Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang sifat-sifat segitiga siku-siku yang bersudut 30°, perhatikan contoh soal di bawah ini. Contoh Soal 1 Perhatikan gambar di bawah ini. Jajargenjang ABCD terbentuk dari dua segitiga siku-siku yang kongruen, yaitu ADC dan CBA. Jika AC = 12 cm, tentukan panjang semua sisi jajargenjang tersebut. Penyelesaian Sekarang perhatikan ABC yang diambil dari bagian jajargenjang di atas, seperti gambar di bawah ini. Kita ketahui bahwa BA = 2CB sifat kedua dari segitiga siku-siku yang bersudut 30°. Untuk mencari panjang CB kita gunakan teorema Pythagoras di mana CBA siku-siku di C maka BA2 = AC2 + CB2 2CB2 = 122 + CB2 4CB2 = 144 + CB2 3CB2 = 144 CB2 = 48 CB = 4√3 cm BA = 2CB BA = 2 . 4√3 BA = 8√3 cm. Oleh karena ADC kongruen dengan CBA maka AD = CB AD = 4√3 cm DC = BA DC = 8√3 cm Contoh Soal 2 Jika AB = 6 cm, BC = 3 cm, DC = 4 cm, ∠DBC = 53°, dan DB = DA = 5 cm. Tentukanlah besar ∠DAB. Penyelesaian Jika semua data-data yang diketahui pada contoh soal 2 di masukan ke dalam gambar, maka akan tampak seperti gambar di bawah ini. Sekarang perhatikan gambar di atas. Terlihat bahwa ABD adalah segitiga samakaki. Tarik garis tinggiABD yang melalui titik D hingga memotong AB secara tegak lurus di E. Karena panjang AE = BE maka ABD segitiga sama kaki di mana DE merupakan garis tinggi ABD. Adapun DEB siku-siku di E, EB = 3 cm, dan DB = 5 cm. Maka panjang DE dapat dicari dengan teorema Pythagoras yakni DE = √DB2 – EB2 DE = √52 – 32 DE = √25 – 9 DE = √16 DE = 4 cm. Sekarang perhatikan DEB dan DCB, dari dua segitiga tersebut akan diperoleh DC = DE = 4 cm CB = EB = 3 cm DB = DB = 5 cm berimpit Karena sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang maka DEB kongruen dengan DCB, akibatnya ∠DBC = ∠DBE ∠DBC = 53°. Selain itu DEB kongruen dengan DEA karena sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang yakni ED = ED = 4 cm berimpit DB = DA = 5 cm EB = EA = 3 cm Akibatnya ∠DAB = ∠DBE ∠DAB = 53° Jadi, besar ∠DAB adalah 53°
bangunan di bawah ini mempunyai empat sisi yang kongruen